Headlines News :
Home » , , » Kehidupan Bahagia dan Thayyibah

Kehidupan Bahagia dan Thayyibah

Written By Unknown on Kamis, 25 September 2014 | 00.29

Segala puji bagi Allah Rab semesta alam dan Salawat semogaselalu tercurah kepada Nabi Muhammad salllahu Alihi wasalllam.
Tidak diragukan lagi bahwasanya kebanyak dari manusia yang menginginkan mendapatkan kehidupan yang bahagia dan Tayyibah ada pada kehidupannya,
Banyak manusia yang menganggap bahwa kehidupan bahagia itu adalah kebahagiaan dalam hidup didunia dengan segala macam Syahwatnya, dan mendapat apa yang ia inginkan dari kemegahannya, mereka menganggap inilah kehidupan yang bahagia dan kehidupan yang Tayyibah, sebagaimana Firman Allah:
فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ
…..Maka di antara manusia ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.(Al Baqarah: 200)

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ () قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ
Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).(Ar Ra’d : 26)

إَنَّ الَّذِينَ لاَ يَرْجُونَ لِقَاءنَا وَرَضُواْ بِالْحَياةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّواْ بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ  ()أُوْلَـئِكَ مَأْوَاهُمُ النُّارُ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ  ()إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ () دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلاَمٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,() mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan () Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya , di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam syurga yang penuh keni'matan ()Do'a mereka di dalamnya ialah: "Subhanakallahumma" , dan salam penghormatan mereka ialah: "Salam" . Dan penutup do'a mereka ialah: "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin .(Yunus: 7-10)
 Maka adapun golongan yang pertama menganggap bahwa kebahagiaan hidup adalah kemewahan hidup didunia dan memandangnya dengan syahwat hal ini disebabkan oleh tidak berimannya mereka dengan Hari Qiyamat bias jadi juga mereka beriman tapi mereka terlalu disibukkan dengan dunia maka yang didapat mereka bukanlah kebahagiaan akan tettapi kesengsaraan denagn kesenangan mereka tersebut. Dan mereka Allah perdaya dengan sedikit kesenangan dan kemewahan yang hanya menghasilkan penyesalan selamanya diakhirat. Sebagaimana Firman Allah:
فَلاَ تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلاَ أَوْلاَدُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِ مِن مَّالٍ وَبَنِينَ   {}     نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لَّا يَشْعُرُونَ
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar  ( Al Mukminun 55-56)
Oleh karena itu dunia  Allah berikan kepada orang yang Allah cintai dan kepada orang yang allah tidak cintai (Kafir) Allah berfirman:

مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَ يُبْخَسُونَ
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.(Hudd 11)
Sebagaimana juga  dalam sebuah Hadits sahih  bahwasanya Rasulullah bersabda:
انّ الله يؤتي الدنيا مايحب وما لايحب ولا يؤتي الا مايحب
“Seseungguhnya allah memberikan dunia kepada orang yang dicintainya dan orang yang tidak dicintainya dan tidak memberikan din kecuali kepada orang yang Allah cintai”
Adapun kehidupan Nabi Salallhu A’laihi Wassallam yang beliau merupakan Sayyidul Mursalin dan Imamu Muttaqin sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya beliau Lapar (tidak makan) sampai-sampai beliau mengikatkan batu pada perutnya untuk menegakkan tulang pungungnya, dan beliau tidur diatas tikar yang keras sampai berbekas pada tubuh beliau ketika beliau bangun, dan beliau juga pergi untuk berperang dan eliau juga mempergauli keluarga beliau sedangkan beliau adalah Rasulullah Sallawahu Alaihi Wasallam, seandainya beliau menginginkan dunia pasti allah Akan berikan kepada Beliau, dan seandainya beliau mau Allah akan berikan keaapada beliau kerajaan sebagaimana Allah berikan kepada nabi Daud dan Sulaiman, sedangkan beliau lebih memilih hidup sederhana sebagaimana beliau bersabda:
" أجوع يوما وأشبع يوما
Beliau memilih hidup dengan hal yang demikian dikarenakan kehidupan dunia adlah bersifat melalaikan sebagaimana firman Allah:
وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Dan beliau lebih memilih kebahagian hidup dihari kiyamat yang merupakan kebahagian yang abada sebagai mana firman Allah:
قُلْ مَتَاعُ الدَّنْيَا قَلِيلٌ وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقَى وَلاَ تُظْلَمُونَ فَتِيلاً
Katakanlah : "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun(An Nisa’ 77)

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الأَرْضِ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللّهُ يُرِيدُ الآخِرَةَ وَاللّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana Al Anfal 67)

Ini adalah contoh seorang rasul yang lebih mengutamakan kebahagiaan diAkhirat ketimbang kesenangan hidup didunia yang hanya semantara, maka golongan orang yang mengatakan beriman kepada hari kiyamat namun tetap mengutamakan dunianya ketimbang akhiratnya maka mereka adalah orang yang telah terpedaya dengan kehidupan dunia ini, dan mereka adalah orang yang merugi  dan lalai. sebagaimana dalam Firman Allah:

إَنَّ الَّذِينَ لاَ يَرْجُونَ لِقَاءنَا وَرَضُواْ بِالْحَياةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّواْ بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ  
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,(yunus 7)
Adapun perintah mencari kehidupan dunia ada perintahnya dari Allah sebagai mana Firman Allah :
كُلُواْ وَاشْرَبُواْ مِن رِّزْقِ اللَّهِ وَلاَ تَعْثَوْاْ فِي الأَرْضِ مُفْسِدِينَ
Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.(Al Baqarah 60)

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللّهِ الَّتِيَ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالْطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِي لِلَّذِينَ آمَنُواْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat ." Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.( Al a’raf: 32)
Maka dari ayat diatas dapat kita simpulkan bahwasanya tidak mengapa seorang muslim mencari Rizky halal yang telah Allah tebarkan dimuka bumi ini dan tidak mengapa umat muslim bersenang-senag dengan Rizky yang mereka daptkan dengan tidak berlebihan dan sombong dan menggunakankannya untuk ketaatan kepada Allah karena dunia adaalh ladang akhirat.
Sedangkan golongan orang yang memandang dunia dengan segala kemewahannya adalah kesenangan hidup dan menjadikannya tujuan utama dalam hidup dan tidak bisa membedakan antara halal dan haram serta melihat segalanya dengan dunia dan kemewahannya, dan tidak memikirkan harta yang didapatnya apakah Halal Ataukah Haram, maka mereka inilah sahibud Dunya. Mereka adaah orang yang menganggap kebahagian hidup adalah kenikmatan dunia dan menjadikanya tujuan utama dalam hidup.
Sedangkan golongan orang yang kedua adalah orang yang menjadikan dunia dan akhirat sebagai tujuan nya dalm mencari kebahagiaan mereka inilah orang yang tertera dalam surat Al Baqarah ayat 201:
وِمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dan di antara mereka ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" .
Dalam doa ini mereka menjadikan kehidupan dunia dan Akhirat sebagai  tujuannya, mereka inilah orang-orang yang mendapat kebahagiaan, sebagai mana Firman Allah;

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(An Nahl 97)
Amal Sholeh harus memenuhi dua Syarat  Ikhlas yaitu tidak ada didalamnya Syirik baik besar atau kecil, karena Amalan tersebut tidak akan diampuni, dan tidak diberi ampunan, dan Syarat yang kedua adalah Mutabaah Rasulullah yang tidak ada Bid’ah didalamnya, dan ini adalah makna syahadat  أشهد أن لا اله الا الله ومحمد رسول اللهsebagaimana Firman Allah dalam Al Qur’an:

بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِندَ رَبِّهِ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Al Baqarah 112)
Pada ayat ini mencakup Ikhlas daan Mutabaah, maka apabila suatau amalan yang dikerjakan apabila sesuai dengan sunnah akan tetapi tidak Iklas untuk Allah semata, atau sebaliknya amalan itu Ikhlas akan tetapi tidak sesuai sunnah maka amaln tersebut tertolak. Maka berapa banyak orang yang menganggap bahwa amalan yang diterima itu adalah amalan yang banyak akan tetapi bukanlah demikian karena amalan yang diterima itu adalha amal yang paling bagus sebagai mana firman Allah:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,( Al Mulk 2)
Bukanlah amalan yang terbanyak lebih bagus dan diterima akan tetapi amalan yang paling baik disebabkan “العبرة ليس بالكسرة ولكن العبرة بالحسن” sebagaimana apabila amalan banyak akan tetapi tidak baik (Ikhlas dan Mutaba’ah) maka akan tertolak sebagaimanayang pernah ditanyakan kepada FuDhayl bi Iyadh “apakah amalan yang diteriama tersebut” beliau menjawab “Yang paling Ikhlas dan Mutaba’ah, apabila Ikhlas akan tetapi tidak sesuai ssunnah maka tidak diteria, sebaliknya juga apabila seseuai sunnah namun tidak Ikhlas juga tidak diterima, maka yang diterima tersebut adalah yang amaan yang Ikhlas dan sesuai sunnah”.
Maka manusia yang amalannya diterima diatas yang telah memenuhui syarat diatas maka mereka akan menyadari bahwa kehidupan didunia ini adalah lading untuk memetik hasilnya diakhirat kelak, maka mereka akan menyibukkan dirinya  untu ketaatan kepada Allah, maka inilah manusia yang mendapt kabahagiaan tersebut.

 مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(An Nahl 97)
Maka mereka hidup dengan kebahagiaan dunia dan Akhirat dengan apa yang Allah berikan kepada mereka dari Rizkynya, maka mereka hidup dengan kebahagiaaan dan Tayyibah, mereka mendapat kebahagian didunia dan juga mendapat kebahagiaan diakhirat, sedangkan orang kafir akan diberika kepada merek kesenangan hidup didunia akan tetapi diakhirat mereka akan mendapat azab yang pedih.
Maka manusia yang ingin mendapatkan kehidupannya didunia dan akhirat mendapatkan kebahagiaan maka ia harus beramal Sholih dengan syrat ia beriman sesuai ayat diatas baik laki-laki maupun perempuan maka janji Allah akan diberikan kepadanya kehidupan yang Tayyibah sedangkan diakhirat ia akan mendapat pahala yang lebih baik dari apa yag ia amalkan didunia tersebut. Sebagaimana juga yang disbdakan oleh Rasulullah :

وقد روي الإمام مسلم بسنده عن رَسُولُ اللهِ صلي الله عليه وسلم أنه قال: ( عَجَبًا لأمْرِ المُؤْمِنِ ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلهُ خَيْرٌ ، وَليْسَ ذَاكَ لأحَدٍ إِلا للمُؤْمِنِ ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ ، فَكَانَ خَيْرًا له )
Maka carilah dunia selama tidak melalaikan dari ketaan kepada Allah sebagaimana allah memerintahkan kita mencari Rizkynya dan beribada kepadanya sebagaimana Firmannya:

إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ أَوْثَاناً وَتَخْلُقُونَ إِفْكاً إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقاً فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta . Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.( Al Ankabut 17)
Sebagaiman juga Firman Allah dalam surat Al Jum’ah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli . Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
Maka ayat diatas memerintahkan kita mencari risky, akan tetapi mencari dunia tidak boleh melalaikan kita dari ketaatan kepada Allah, dan selalu mengingatnya. Jadi perintah Allah melakukan Amal sholeh baik untuk dunia ataupun untuk Akhirat adalah untuk kebahagiaan dalam hidup, yaitu menggabungkan dunia dan akhirat secara seimbang.
Maka mereka lah orang yang mendapat kebahagiaan seperti do’a mereka kepada Allah:

وِمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dan di antara mereka ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" .
Maka mereka adalah orang yang allah beri kabar gembira kepada mereka baik dunia dan akirat dunia mendapatkan kehidupan bahagia, sedangkan Akhirat mendapat surge dan selamat dari api neraka. Maka telah jelas bahwa sanya kehidupan yang bahagia itu adalh amla sholeh Taqwa, berbuat baik dan tidak menyibukkan diri dalam kehidupan dunia kecuali hanya untuk ketaatan kepada Allah karena janji Allah adalah benar dan ajal manusia akan mendatangi setiap jiwa yang hidup, oleh sebab itu kesenangan dunia tidak akan ikut mendampingi kita akan tetapi yang ikut hanyalah ketaqwaan dan amal Sholeh.
maka pesan seikh Sholeh fazan bahwa sanya seorang apabila masih diberikan Allah kemampuan atau aqal maka dia berhaq memilih dunianya atau akiratnya saja atau kedua-duanya, karena terserah dia mau mendapat kebahagiaan yang mana.
Dan dalam kitab( لمفصل في أحكام الهجرةجمع وإعداد الباحث في القرآن والسنة) disebbitkan bahwasanya untuk menggapai kehidupan yang bahagia maka seorang tersebut harus berpegang teguh dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah sehingga nantinya tidak mendapat kesedihan dan ketakitan dalam hidup ini sebagaimana Allah berfirman:
( فمن تبع هداي فلا خوف عليهم ولا هم يحزنون ) [البقرة 38]
Dan banyak karanagan para ulama lain yang menyebutkan kiat-kiat alam menggapai kehidupan yang bahagia dan Tayyibah diantaranya:
1.      Dalam kitab syarah kitab Tahawiyah disebutkan bahwa untuk menggapainya adalha Keimanan kepada Allah
2.      Sedangkan dalam kitab موسوعة الرد على الصوفية  dikatakan bahwasanya dalam menggapai kehidupan bahagia diperlukan Ilmu dan juga beramal sholeh serta menempuh Subulusslam untuk mendapatkan kebrhasilan dan kebahagiaan yang abadi
3.      Dan dalam kitab  التفسير الوسيط karangan Muhammad Sayyid Tantawi dikatakan diantara cara untuk menggapai kehidupan yang bahagia adalah tertera dalam ayat:
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآَتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآَتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (177)
Dan perlu diketahui bahwasnya berbuat baik dalam islam ada tiga: pertama baik dalam Aqidah,kedua baik dalam beramal dan yang ketiga baik dalaam Akhlak
Dan banyak laci kiat-kiat dalam menggapai kehidupan yang bahgaia yang tidak mungkin disebutkan stu persatu dalam pembahasan kali ini.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Ust. Ahmad Shodri, S.Pd.I

 
Template Design by Creating Website Published by Rumah Sehat Ar Rahmah