Segala puji bagi Allah Rab semesta alam dan
Salawat semogaselalu tercurah kepada Nabi Muhammad salllahu Alihi wasalllam.
Tidak diragukan lagi bahwasanya
kebanyak dari manusia yang menginginkan mendapatkan kehidupan yang bahagia dan
Tayyibah ada pada kehidupannya,
Banyak manusia yang menganggap bahwa
kehidupan bahagia itu adalah kebahagiaan dalam hidup didunia dengan segala macam
Syahwatnya, dan mendapat apa yang ia inginkan dari kemegahannya, mereka menganggap
inilah kehidupan yang bahagia dan kehidupan yang Tayyibah, sebagaimana Firman
Allah:
فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا
لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ
…..Maka di antara manusia
ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di
dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.(Al Baqarah: 200)
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ
النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ
وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ
مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ () قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ
رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا
وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
Dijadikan indah
pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di
dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).Katakanlah:
"Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian
itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan
mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal
didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta
keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
وَفَرِحُواْ
بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ
مَتَاعٌ
…Mereka bergembira dengan kehidupan di
dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah
kesenangan (yang sedikit).(Ar Ra’d : 26)
إَنَّ الَّذِينَ لاَ يَرْجُونَ لِقَاءنَا وَرَضُواْ بِالْحَياةِ
الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّواْ بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ ()أُوْلَـئِكَ
مَأْوَاهُمُ النُّارُ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ ()إِنَّ
الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ
بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ () دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا
سَلاَمٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Sesungguhnya
orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami,
dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan
itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,() mereka itu tempatnya
ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan () Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi
petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya , di bawah mereka mengalir
sungai-sungai di dalam syurga yang penuh keni'matan ()Do'a mereka di dalamnya
ialah: "Subhanakallahumma" , dan salam penghormatan mereka ialah:
"Salam" . Dan penutup do'a mereka ialah: "Alhamdulilaahi Rabbil
'aalamin .(Yunus: 7-10)
Maka adapun golongan yang pertama
menganggap bahwa kebahagiaan hidup adalah kemewahan hidup didunia dan
memandangnya dengan syahwat hal ini disebabkan oleh tidak berimannya mereka
dengan Hari Qiyamat bias jadi juga mereka beriman tapi mereka terlalu
disibukkan dengan dunia maka yang didapat mereka bukanlah kebahagiaan akan
tettapi kesengsaraan denagn kesenangan mereka tersebut. Dan mereka Allah perdaya dengan sedikit
kesenangan dan kemewahan yang hanya menghasilkan penyesalan selamanya
diakhirat. Sebagaimana Firman Allah:
فَلاَ تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلاَ أَوْلاَدُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ
اللّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ
وَهُمْ كَافِرُونَ
Maka janganlah
harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki
dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam
kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam
keadaan kafir.
أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِ
مِن مَّالٍ وَبَنِينَ {}
نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لَّا يَشْعُرُونَ
Apakah mereka
mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti
bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak,
sebenarnya mereka tidak sadar ( Al
Mukminun 55-56)
Oleh karena itu
dunia Allah berikan kepada orang yang
Allah cintai dan kepada orang yang allah tidak cintai (Kafir) Allah berfirman:
مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ
إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَ يُبْخَسُونَ
Barangsiapa
yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada
mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia
itu tidak akan dirugikan.(Hudd
11)
Sebagaimana juga dalam sebuah Hadits sahih bahwasanya Rasulullah bersabda:
انّ الله يؤتي الدنيا مايحب وما لايحب ولا
يؤتي الا مايحب
“Seseungguhnya
allah memberikan dunia kepada orang yang dicintainya dan orang yang tidak
dicintainya dan tidak memberikan din kecuali kepada orang yang Allah cintai”
Adapun kehidupan Nabi Salallhu
A’laihi Wassallam yang beliau merupakan Sayyidul Mursalin dan Imamu
Muttaqin sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya beliau Lapar (tidak makan)
sampai-sampai beliau mengikatkan batu pada perutnya untuk menegakkan tulang
pungungnya, dan beliau tidur diatas tikar yang keras sampai berbekas pada tubuh
beliau ketika beliau bangun, dan beliau juga pergi untuk berperang dan eliau
juga mempergauli keluarga beliau sedangkan beliau adalah Rasulullah Sallawahu
Alaihi Wasallam, seandainya beliau menginginkan dunia pasti allah Akan berikan
kepada Beliau, dan seandainya beliau mau Allah akan berikan keaapada beliau kerajaan
sebagaimana Allah berikan kepada nabi Daud dan Sulaiman, sedangkan beliau lebih
memilih hidup sederhana sebagaimana beliau bersabda:
“" أجوع يوما وأشبع
يوما
Beliau memilih hidup dengan hal yang
demikian dikarenakan kehidupan dunia adlah bersifat melalaikan sebagaimana
firman Allah:
وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
Kehidupan
dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Dan beliau lebih memilih kebahagian
hidup dihari kiyamat yang merupakan kebahagian yang abada sebagai mana firman
Allah:
قُلْ مَتَاعُ الدَّنْيَا قَلِيلٌ وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقَى
وَلاَ تُظْلَمُونَ فَتِيلاً
Katakanlah
: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk
orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun(An Nisa’ 77)
مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي
الأَرْضِ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللّهُ يُرِيدُ الآخِرَةَ وَاللّهُ
عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Tidak
patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan
musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah
menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana Al Anfal 67)
Ini adalah
contoh seorang rasul yang lebih mengutamakan kebahagiaan diAkhirat ketimbang
kesenangan hidup didunia yang hanya semantara, maka golongan orang yang
mengatakan beriman kepada hari kiyamat namun tetap mengutamakan dunianya
ketimbang akhiratnya maka mereka adalah orang yang telah terpedaya dengan
kehidupan dunia ini, dan mereka adalah orang yang merugi dan lalai. sebagaimana dalam Firman Allah:
إَنَّ الَّذِينَ لاَ يَرْجُونَ لِقَاءنَا وَرَضُواْ بِالْحَياةِ
الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّواْ بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ
Sesungguhnya
orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami,
dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan
itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,(yunus 7)
Adapun perintah mencari kehidupan
dunia ada perintahnya dari Allah sebagai mana Firman Allah :
كُلُواْ وَاشْرَبُواْ مِن رِّزْقِ اللَّهِ وَلاَ تَعْثَوْاْ فِي الأَرْضِ
مُفْسِدِينَ
Makan
dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di
muka bumi dengan berbuat kerusakan.(Al Baqarah 60)
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللّهِ الَّتِيَ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ
وَالْطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِي لِلَّذِينَ آمَنُواْ فِي الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ
يَعْلَمُونَ
Katakanlah:
"Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah
dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan)
rezki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi
orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di
hari kiamat ." Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang
yang mengetahui.( Al a’raf:
32)
Maka dari ayat diatas dapat kita
simpulkan bahwasanya tidak mengapa seorang muslim mencari Rizky halal yang
telah Allah tebarkan dimuka bumi ini dan tidak mengapa umat muslim
bersenang-senag dengan Rizky yang mereka daptkan dengan tidak berlebihan dan
sombong dan menggunakankannya untuk ketaatan kepada Allah karena dunia adaalh
ladang akhirat.
Sedangkan golongan orang yang
memandang dunia dengan segala kemewahannya adalah kesenangan hidup dan
menjadikannya tujuan utama dalam hidup dan tidak bisa membedakan antara halal
dan haram serta melihat segalanya dengan dunia dan kemewahannya, dan tidak
memikirkan harta yang didapatnya apakah Halal Ataukah Haram, maka mereka inilah
sahibud Dunya. Mereka adaah orang yang menganggap kebahagian hidup adalah kenikmatan
dunia dan menjadikanya tujuan utama dalam hidup.
Sedangkan golongan orang yang kedua
adalah orang yang menjadikan dunia dan akhirat sebagai tujuan nya dalm mencari
kebahagiaan mereka inilah orang yang tertera dalam surat Al Baqarah ayat 201:
وِمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dan
di antara mereka ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa
neraka" .
Dalam doa ini mereka menjadikan
kehidupan dunia dan Akhirat sebagai
tujuannya, mereka inilah orang-orang yang mendapat kebahagiaan, sebagai
mana Firman Allah;
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ
فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ
مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Barangsiapa
yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan
sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan.(An Nahl 97)
Amal Sholeh harus memenuhi dua
Syarat Ikhlas yaitu tidak ada didalamnya
Syirik baik besar atau kecil, karena Amalan tersebut tidak akan diampuni, dan
tidak diberi ampunan, dan Syarat yang kedua adalah Mutabaah Rasulullah yang
tidak ada Bid’ah didalamnya, dan ini adalah makna syahadat أشهد أن لا اله الا الله ومحمد رسول اللهsebagaimana Firman Allah dalam Al
Qur’an:
بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ
عِندَ رَبِّهِ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
(Tidak
demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia
berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Al Baqarah 112)
Pada ayat ini mencakup Ikhlas daan
Mutabaah, maka apabila suatau amalan yang dikerjakan apabila sesuai dengan
sunnah akan tetapi tidak Iklas untuk Allah semata, atau sebaliknya amalan itu
Ikhlas akan tetapi tidak sesuai sunnah maka amaln tersebut tertolak. Maka
berapa banyak orang yang menganggap bahwa amalan yang diterima itu adalah
amalan yang banyak akan tetapi bukanlah demikian karena amalan yang diterima
itu adalha amal yang paling bagus sebagai mana firman Allah:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ
أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Yang
menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang
lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,( Al Mulk 2)
Bukanlah amalan
yang terbanyak lebih bagus dan diterima akan tetapi amalan yang paling baik
disebabkan “العبرة ليس بالكسرة ولكن العبرة بالحسن” sebagaimana apabila amalan banyak akan
tetapi tidak baik (Ikhlas dan Mutaba’ah) maka akan tertolak sebagaimanayang
pernah ditanyakan kepada FuDhayl bi Iyadh “apakah amalan yang diteriama
tersebut” beliau menjawab “Yang paling Ikhlas dan Mutaba’ah, apabila Ikhlas
akan tetapi tidak sesuai ssunnah maka tidak diteria, sebaliknya juga apabila
seseuai sunnah namun tidak Ikhlas juga tidak diterima, maka yang diterima
tersebut adalah yang amaan yang Ikhlas dan sesuai sunnah”.
Maka manusia
yang amalannya diterima diatas yang telah memenuhui syarat diatas maka mereka
akan menyadari bahwa kehidupan didunia ini adalah lading untuk memetik hasilnya
diakhirat kelak, maka mereka akan menyibukkan dirinya untu ketaatan kepada Allah, maka inilah
manusia yang mendapt kabahagiaan tersebut.
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ
أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ
أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Barangsiapa
yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan
sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan.(An Nahl 97)
Maka mereka hidup dengan kebahagiaan
dunia dan Akhirat dengan apa yang Allah berikan kepada mereka dari Rizkynya,
maka mereka hidup dengan kebahagiaaan dan Tayyibah, mereka mendapat kebahagian
didunia dan juga mendapat kebahagiaan diakhirat, sedangkan orang kafir akan
diberika kepada merek kesenangan hidup didunia akan tetapi diakhirat mereka akan
mendapat azab yang pedih.
Maka manusia yang ingin mendapatkan
kehidupannya didunia dan akhirat mendapatkan kebahagiaan maka ia harus beramal
Sholih dengan syrat ia beriman sesuai ayat diatas baik laki-laki maupun
perempuan maka janji Allah akan diberikan kepadanya kehidupan yang Tayyibah
sedangkan diakhirat ia akan mendapat pahala yang lebih baik dari apa yag ia
amalkan didunia tersebut. Sebagaimana juga yang disbdakan oleh Rasulullah :
وقد
روي الإمام مسلم بسنده عن رَسُولُ اللهِ صلي الله عليه وسلم أنه قال: ( عَجَبًا لأمْرِ المُؤْمِنِ ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلهُ خَيْرٌ ، وَليْسَ ذَاكَ لأحَدٍ إِلا
للمُؤْمِنِ ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لهُ وَإِنْ
أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ ، فَكَانَ خَيْرًا له )
Maka carilah dunia
selama tidak melalaikan dari ketaan kepada Allah sebagaimana allah
memerintahkan kita mencari Rizkynya dan beribada kepadanya sebagaimana
Firmannya:
إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ أَوْثَاناً وَتَخْلُقُونَ
إِفْكاً إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ
رِزْقاً فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ
إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Sesungguhnya
apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta .
Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki
kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan
bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.( Al Ankabut 17)
Sebagaiman juga
Firman Allah dalam surat Al Jum’ah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ
الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ
لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai
orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka
bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli . Yang
demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا
مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Apabila
telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah
karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
Maka ayat diatas
memerintahkan kita mencari risky, akan tetapi mencari dunia tidak boleh
melalaikan kita dari ketaatan kepada Allah, dan selalu mengingatnya. Jadi
perintah Allah melakukan Amal sholeh baik untuk dunia ataupun untuk Akhirat
adalah untuk kebahagiaan dalam hidup, yaitu menggabungkan dunia dan akhirat
secara seimbang.
Maka mereka lah orang
yang mendapat kebahagiaan seperti do’a mereka kepada Allah:
وِمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dan
di antara mereka ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa
neraka" .
Maka mereka adalah orang yang allah
beri kabar gembira kepada mereka baik dunia dan akirat dunia mendapatkan
kehidupan bahagia, sedangkan Akhirat mendapat surge dan selamat dari api
neraka. Maka telah jelas bahwa sanya kehidupan yang bahagia itu adalh amla
sholeh Taqwa, berbuat baik dan tidak menyibukkan diri dalam kehidupan dunia
kecuali hanya untuk ketaatan kepada Allah karena janji Allah adalah benar dan
ajal manusia akan mendatangi setiap jiwa yang hidup, oleh sebab itu kesenangan
dunia tidak akan ikut mendampingi kita akan tetapi yang ikut hanyalah ketaqwaan
dan amal Sholeh.
maka pesan seikh Sholeh fazan bahwa
sanya seorang apabila masih diberikan Allah kemampuan atau aqal maka dia berhaq
memilih dunianya atau akiratnya saja atau kedua-duanya, karena terserah dia mau
mendapat kebahagiaan yang mana.
Dan dalam kitab( لمفصل في أحكام الهجرةجمع وإعداد
الباحث في القرآن والسنة) disebbitkan
bahwasanya untuk menggapai kehidupan yang bahagia maka seorang tersebut harus
berpegang teguh dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah sehingga nantinya tidak
mendapat kesedihan dan ketakitan dalam hidup ini sebagaimana Allah berfirman:
(
فمن تبع هداي فلا خوف عليهم ولا هم يحزنون ) [البقرة 38]
Dan banyak karanagan para ulama lain
yang menyebutkan kiat-kiat alam menggapai kehidupan yang bahagia dan Tayyibah
diantaranya:
1. Dalam kitab syarah kitab Tahawiyah
disebutkan bahwa untuk menggapainya adalha Keimanan kepada Allah
2. Sedangkan dalam kitab موسوعة الرد على الصوفية dikatakan bahwasanya dalam menggapai kehidupan
bahagia diperlukan Ilmu dan juga beramal sholeh serta menempuh Subulusslam
untuk mendapatkan kebrhasilan dan kebahagiaan yang abadi
3. Dan dalam kitab التفسير الوسيط karangan Muhammad Sayyid Tantawi
dikatakan diantara cara untuk menggapai kehidupan yang bahagia adalah tertera
dalam ayat:
لَيْسَ
الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ
الْبِرَّ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ
وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآَتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى
وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي
الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآَتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ
إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ
الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (177)
Dan
perlu diketahui bahwasnya berbuat baik dalam islam ada tiga: pertama baik dalam
Aqidah,kedua baik dalam beramal dan yang ketiga baik dalaam Akhlak
Dan
banyak laci kiat-kiat dalam menggapai kehidupan yang bahgaia yang tidak mungkin
disebutkan stu persatu dalam pembahasan kali ini.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !